Keajaiban di Balik Panggilan Jumat: Saat Pusing Hilang Seketika
✕

Kategori Berita

Waktu Shalat


Memuat tanggal...
Memuat jadwal sholat Sukoharjo...

Iklan Semua Halaman

Keajaiban di Balik Panggilan Jumat: Saat Pusing Hilang Seketika

Adhitya Ramadhan
Sabtu, 04 Juli 2026


Adhitya Ramadhan - Sabtu, 04 Juli 2026 08:39 WIB
Kemarin di hari jumat ada pengalaman yang tak terduga, Karena saya bekerja sebagai seorang Desainer Grafis dimana rutinitas kerja di depan layar monitor seperti biasanya tampak sangat menuntut. Namun, tepat sebelum waktu sholat Jumat tiba, sensasi tidak nyaman menyerang. Kepala bagian belakang saya terasa berdenyut, sebuah sensasi pusing yang cukup tajam. Mungkin ini adalah dampak dari digital fatigue atau kelelahan visual dan ketegangan otot leher akibat terlalu lama menatap layar komputer tanpa jeda yang cukup.


Saya sempat merasa ragu. Niat di hati bahkan sudah bulat untuk mencari alasan agar bisa absen dari sholat Jumat di masjid. "Pusing ini alasan yang cukup masuk akal," pikir saya saat itu. Namun, ketika saya menjangkau tas untuk mengambil sajadah, sebuah hal aneh terjadi. Begitu tangan saya menyentuh sajadah, rasa pusing itu perlahan memudar, seolah terangkat beban yang selama ini menghimpit. Hingga akhirnya, saya berangkat bersama rekan kerja menuju masjid. Ajaibnya, selama prosesi ibadah berlangsung, pusing itu benar-benar hilang sepenuhnya.

Tinjauan Ilmiah: Koneksi Pikiran dan Relaksasi

Ternyata secara ilmiah, fenomena yang saya alami memiliki penjelasan yang rasional. Melalui Jurnal yang berjudul "Pengaruh Sholat Muslim terhadap Elektroensefalografi α dan Hubungannya dengan Aktivitas Sistem Saraf Otonom" dapat disimpulkan bahwa ketika kita berpindah dari lingkungan kerja yang penuh tekanan (high-stress environment) menuju lingkungan ibadah, otak kita mengalami peralihan mode dari sympathetic nervous system (respon fight or flight) ke parasympathetic nervous system (respon rest and digest).

Praktik sholat yang teratur terbukti dapat meningkatkan aktivitas parasimpatik dan menurunkan aktivitas simpatik, yang membantu relaksasi otot serta meminimalkan kecemasan. Sistem parasimpatik ini bekerja mengatur detak jantung untuk merilekskan tubuh dan menurunkan tekanan darah, sehingga ketegangan yang menyebabkan pusing dapat berkurang secara alami saat tubuh masuk ke dalam kondisi relaksasi tersebut.

Pandangan Islam: Kekuatan Niat dan Ketenangan Hati

Sedangkan dalam perspektif Islam, apa yang saya alami adalah bentuk pertolongan Allah SWT melalui ketenangan jiwa. Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram".

Dzikir dan ibadah merupakan "makanan" bagi jiwa yang mampu menghilangkan kegelisahan dan menggantinya dengan kelapangan batin. Selain itu, Islam memandang kesehatan sebagai bentuk amanah yang harus dijaga melalui keseimbangan antara jasmani dan rohani. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa tubuh kita memiliki hak atas diri kita, termasuk hak untuk beristirahat dan beribadah dengan cara yang benar. Sholat Jumat bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana penyucian diri dan momen untuk menomorsatukan perintah Allah di atas kesibukan duniawi, yang pada akhirnya memberikan ketenangan spiritual yang berdampak positif pada fisik kita.

Refleksi Akhir

Meski pusing hilang di masjid, tubuh saya sebenarnya masih memberikan sinyal lain setelah kembali ke kantor. Rasa tidak enak badan seperti gejala masuk angin mulai terasa. Saya sadar, tubuh saya benar-benar butuh istirahat. Sesampainya di rumah, setelah membersihkan diri, saya memutuskan untuk beristirahat total.

Kejadian ini mengajarkan saya bahwa menjaga keseimbangan antara kewajiban spiritual dan kesehatan fisik adalah kunci. Terkadang, rasa sakit yang kita rasakan adalah cara tubuh berkomunikasi agar kita berhenti sejenak dari layar dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Pada akhirnya, kesehatan yang hakiki adalah harmoni antara fisik yang terjaga dan jiwa yang senantiasa tenteram di jalan-Nya.